Kamis, 25 Juni 2009

Menag: Hingga Akhir Tugas Permasalahan Haji Masih Ada

Jakarta, 24/6 (Pinmas) - Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni mengatakan, bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji serta penyempurnaan sistem dan manajemen tidak semata-mata ditentukan oleh aturan-aturan tertulis yang dibuat, tetapi juga ditentukan oleh sikap, komitmen dan tindakan para pelaksana di lapangan.

"Namun dari awal sampai mau akhir tugas saya masih ada permasalahan, rupanya tangan saya lebih kecil dari tangan-tangan kotor," kata Menag Maftuh pada silaturahmi dan deklarasi Asosiasi Bina Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Rabu (24/6)

Menag mengatakan, sejalan dengan perkembangan kesadaran beragama di tanah air minat dan kemampuan umat Islam Indonesia untuk menunaikan ibadah haji terus meningkat. Namun disisi lain, sorotan publik terhadap pelayanan haji juga makin tajam. Hal itu mengharuskan pemerintah untuk selalu melakukan evaluasi dan mengupayakan perbaikan sistem dan manjemen serta peningkatan pelayanan haji dalam semua aspeknya.

Dalam kaitan dengan pembinaan jemaah haji, kata Menag, sesuai dengan pasal 30 Undang-Undang Nomor 13 tahun 2008, bahwa masyarakat dapat memberikan bimbingan ibadah haji, baik dilakukan secara perorangan maupun dengan membentuk kelompok bimbingan.

"Saya mengharapkan asosiasi KBIH yang terbentuk di lingkungan organisasi Nahdlatul Ulama agar dapat berperan melaukan bimbingan kepada calon jemaah haji sebelum mereka berangkat ke Tanah Suci," kata Maftuh.

Dikatakan, kelompok bimibngan adalah organisasi yang berfungsi melakukan bimbingan jemaah, bimbingan yang dilakukan harus lebih mengarah pada penguasaan manasik haji sesuai pola dan standar yang ada. Kelompok bimbingan adalah bukan sebagai penyelenggara haji

"Tahun ini saya banyak mengambil tindakan terhadap kelompok bimbingan ibadah haji, karena mereka tidak bertanggung jawab," tandas Menag.

Ditanya wartawan tentang penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji yang telah disepakati Menteri Agama dan Komisi VIII DPR RI, Maftuh mengatakan, masih menunggu Surat Keputusan Presiden tentang BPIH tahun 2009 ini.

"Kita sudah sampaikan kepada bapak Presiden, kita tunggu karena beliau sedang sibuk. Nanti kalau sudah selesai kan beliau tanda tangani, saya harapkan dalam waktu dekat ini supaya persiapan dapat kita lakukan," ujarnya.

Mengenai paspor haji, Menag mengatakan, pihaknya sudah minta kepada pemerintah Arab Saudi agar memberi kelonggaran sehingga jermaah haji Indonesia bisa menggunakan paspor haji (coklat). "Kalau memang tidak bisa sebagai tamu yang baik kita ikuti, dengan segala resiko," ucap Maftuh. (ks)

Selasa, 16 Juni 2009

Pemerintah dan DPR Sepakat BPIH 2009

Jakarta, 15/6 (Pinmas)--Pemerintah dan DPR dalam rapat kerja Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni dengan komisi VIII DPR-RI, Senin (15/6) malam menyepakati besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2009 dengan perhitungan rata-rata terjadi kenaikan pada komponen US dollar 38 USD, dan penurunan komponen rupiah sebesar Rp 401.000,-

Menurut Menag, BPIH 2009 untuk embarkasi Aceh 3.243 USD, Medan 3.333 USD, Batam 3.409 USD, Padang 3.329 USD, Palembang 3.377 USD, Jakarta 3.444 USD, Solo 3.407 USD, Surabaya 3.512 USD, Banjarmasin 3.508 USD, Balikpapan 3.544 USD, Makassar 3.575 USD. Biaya BPIH seluruh embarkasi tersebut ditambah dengan komponen rupiah sebesar Rp 100.000,- untuk biaya asuransi jemaah haji.

Jika dibanding dengan BPIH tahun lalu, kata Menag, BPIH Aceh mengalami penurunan 15 USD, Medan naik 42 USD, Batam naik 117 USD, Padang naik 72 USD, Palembang turun 3 USD, Jakarta naik 14 USD, Solo naik 27 USD, Surabaya naik 83 USD, Banjarmasin turun 9 USD, Balikpapan naik 26 USD, dan Makassar naik 58 USD.

Dalam Raker yang dipimpin oleh Ketua Komisi VIII DPR-RI Hasrul Azwar, Menag memaparkan, komponen BPIH yang mengalami kenaikan adalah sewa pondokan di Mekkah dan Madinah serta kenaikan biaya catering. "Konsumsi jemaah selama berada di Armina dan Madinah menjadi 8 Saudi Riyal, mengalami kenaikan 1 SR dibanding tahun lalu," ucap Menag.

Kenaikan biaya pondokan dan konsumsi per jemaah di Arab Saudi, kata Menag, rata-rata adalah 650 Saudi Riyal atau setara dengan 174,7 USD dengan asumsi 1 USD sama dengan 3,72 SR.

Menyangkut tarif penerbangan haji, ucap Menag, terjadi penurunan komponen penerbangan, PT.Garuda Indonesia menurunkan rata-rata 91 USD dan Saudi Arabian Airlines menurunkan rata-rata 45 USD.

Menag menambahkan, biaya operasional dalam negeri dari tahun lalu Rp 501.000,- , tahun 2009 hanya Rp 100.000,- mengalami penurunan Rp 401.000,-. Karena biaya tersebut disubsidi melalui dana optimalisasi setoran awal jemaah haji, kecuali asuransi.

Hasil kesepakatan pemerintah dengan DPR soal besaran BPIH 2009 selanjutnya disampaikan kepada Presiden untuk diterbitkan peraturan presiden tentang hal tersebut. (ts)

Kamis, 11 Juni 2009

Pelantikan Kepala Seksi Mapenda Kadepag Kab. Sukabumi dan Ka. Tu MAN Jampangtengah



Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan



Pengucapan Sumpah Jabatan

Rabu, 10 Juni 2009

Presiden : Tunjangan Profesi Guru Sudah Ditandatangani

Semarang,9/6(Pinmas)--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan Peraturan Pemerintah (PP) Tentang Tunjangan Profesi untuk guru sudah ditandatangani.

"Peraturan tersebut sudah dintandatangani, kini tinggal dilaksanakan dan dijalankan," ujarnya ketika memberikan sambutan pada acara peresmian gedung IKIP PGRI Semarang, Selasa (9/6).

Pernyataan presiden tentang penadatanganan PP tentang tunjangan profesi itu dilakukan sambil berpantun.

Pantun pertama yang dibawakan Presiden SBY, yakni "bunga selasih dari Weleri, terima kasih PGRI". Selanjutnya, presiden kembali membawakan pantuan, "dari bukit salawah berkunjung ke kintamani, Peraturan Pemerintah tentang tunjangan profesi sudah ditandatangani".

Ratusan guru yang hadir bertepuk tangan menyambut pantun yang dibawakan Presiden RI tersebut.

Di tempat yang sama, Menteri Pendidikan Nasional RI Bambang Sudibyo menegaskan bahwa PP nomor 41 tahun 2009 Tentang Tunjangan Profesi Guru memang sudah ditandatangani. "Penandatanganan baru saja dilakukan, kemarin," ujarnya.

Rektor IKIP PGRI Sulistiyo menyambut gembira atas penandatanganan PP tersebut, karena kesejahteraan guru dan dosen meningkat.

Ia memastikan, gaji yang akan diterima para guru dan dosen mencapai Rp3 jutaan lebih, karena gaji pokok yang diterima mencapai dua kali lipatnya.(ant/ts)

Pengumuman BPIH Ditunda, Ada Kemungkinan Garuda Turunkan Biaya Penerbangan Haji

Jakarta, 9/6 (Pinmas)--Sedianya pemerintah mengumumkan besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) hari ini, (Rabu 10/6). Namun pihak DPR meminta penundaan rapat kerja dengan Menteri Agama. Ini ditegaskan Abdul Ghofur Djawahir, Sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Depag, dalam perbincanagn dengan Republika di Jakarta Selasa (9/6).

``Mundur, tidak jadi besok (hari ini red.) karena DPR mengundurkan waktunya, rakernya mundur dan belum ada ketentuan (sampai kapan). Besok diganti rapat DPR dengan Pak Dirjen Haji. Jadi ada pendalaman-pendalaman lagi, sebelum diputuskan besaran BPIH,`` kata Ghofur.

Salah satu materi yang akan dibahas dalam rapat dengan Dirjen Haji ini menurut Ghofur, adalah adanya kemungkinan pihak PT Garuda menurunkan lagi biaya pesawat bagi jamaah haji. ``Jadi ada kemungkinan (penurunan dari Garuda)), tapi ya pembahasannya baru besok,`` kata Ghofur. Sementara dari pihak maskapai Saudia Airlines menurut Ghofur belum ada perkembangan lagi apakah mau menurunkan biaya penerbangan atau tidak. ``Pihak Saudia belum ada perkembangan lagi,`` kata Ghofur.

Dua hari sebelumnya, Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni menegaskan bahwa keputusan besaran BPIH akan dilakukan pada Rabu hari ini, saat raker dengan DPR. ``Keputusannya tanggal 10 Juni 2009," kata Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni usai menghadiri peringatan Hari Jadi ke-76 Gerakan Pemuda Ansor di Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Ahad (7/6) kemarin. ``Apakah ongkos haji jadi dinaikkan, tunggu saja tanggal 10 Juni,`` papar Menag.

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2009 jamaah Indonesia diperkirakan naik 84 dolar AS atau sekitar Rp 839.580. Kenaikan itu disebabkan komponen pemondokan dan katering naik 174,7 dolar AS atau sekitar Rp 1.746.126 sedangkan komponen penerbangan turun 91 dolar AS atau sekitar Rp 909.545. Selisihnya 83,7 dolar AS dan dibulatkan menjadi 84 dolar AS. Kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang sudah dibahas bersama Komisi VIII DPR RI dengan pemerintah itu, semula dijadwalkan akan diputuskan dalam raker dengan Menag hari ini.

Lebih lanjut dikatakan Ghofur, pihaknya terus melakukan persiapan-persiapan menjelang musim haji tahun 2009 ini. ``Tim perumahan kami di sana, baik yang di Madinah maupun di Mekah, saat ini tengah menyelesaikan soal katering di sana,`` ungkap Ghofur.

Dikatakan Ghofur, pemerintah akan tetap menggunakan sejumlah hotel sebagai transit jamaah haji di Jedah. ``Jadi pihak Madinatul Hujjaj, saat ini merencanakan pembangunan tower baru di tempat itu dan dimulai pembangunannya dalam waktu dekat ini. Nantinya kita akan menggunakan tower baru itu. Jadi tanahnya bekas bandara dan luas sekali, mereka akan bangun tower baru di sana,`` papar Ghofur. Karena rencana pembangunan tower baru di kompleks Madinatul Hujjaj tersebut, pemerintah memutuskan untuk transit jamaah haji selama di Jedah akan ditempatkan di sejumlah hotel.(osa/ts)